Unila Tingkatkan Mutu Menuju World Class University

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Universitas Lampung (Unila) terus berupaya meningkatkan mutu perguruan tinggi menuju World Class University (WCU). Terkait hal itu, Rektor Unila ektor beserta jajaran pimpinan di lingkungan kampus mengikuti Pengarahan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi, Kamis pagi, 28 Januari 2021.

Kegiatan yang berlangsung offline dan virtual di ruang sidang utama lantai 2 Rektorat ini menghadirkan beberapa narasumber.

This is the code for your widget. Copy and paste it into your website. New widgets may take up to 30 minutes before they start displaying properly.

Mereka meliputi Tim Pakar World Class University Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yaitu Prof. Ir. Hermawan K. Dipojono, M.S.E.E., Ph.D. (Ketua Pusat Unggulan IPTEK PT Nanoteknolgi ITB dan Ketua Tim WCU Pusat), Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, D.E.A. (mantan Rektor ITS), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D (Direktur Pasca Unair).

Rektor Unila Prof. Karomani, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran tim pakar WCU. Karomani berharap, tim pakar WCU dapat memberi masukan, arahan, dan rekomendasi agar Unila dapat merealisasikan visinya menjadi universitas internasional.

Agenda pengarahan dilanjutkan dengan diskusi beragam aspek terkait WCU dan rekomendasi program, serta tanya jawab.

Prof. Hermawan K. Dipojono, M.S.E.E., Ph.D., menyampaikan, WCU harus dilihat sebagai usaha untuk mengangkat marwah bangsa. Maka dari itu, ia menghargai upaya Unila untuk menjadi bagian World Class University.

“WCU sejak awal harus dilihat sebagai usaha untuk mengangkat marwah bangsa di tengah-tengah pergaulan masyarakat. Bahwa bangsa ini adalah bangsa besar dengan cukup banyak perguruan tinggi yang dihormati di tingkat dunia,” katanya.

Prof. Hermawan juga menjelaskan, untuk menjadi bagian dari WCU atau Universitas Kelas Dunia (UKD), ada empat karakter yang harus dipenuhi. Pertama, terdapat banyak talenta berbakat yang terdiri dari mahasiswa, staf, pengajar, dan peneliti.

Karakter kedua, memiliki good governance yang memungkinkan adanya fleksibilitas dan agility sehingga sebuah perguruan tinggi mampu mengembangkan dirinya hingga akhirnya mendapatkan pengakuan.

Karakter ketiga adalah abundant resource sebagai investasi yang penting. Terakhir, adalah peran lokal di mana sebuah perguruan tinggi turut berperan mengatasi problematika yang dihadapi bangsa dan berkontribusi kepada bangsa.

Untuk mencapai kriteria tersebut, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, D.E.A., pada sesi pemaparan berikutnya memberikan beberapa rekomendasi program yang dapat dicapai Unila. Di antaranya peningkatan pada reputasi akademik, sitasi per fakultas, jumlah rasio mahasiswa per fakultas, employer reputation, dan international faculty and student.

Menanggapi hasil pemaparan tim pakar WCU, Prof. Karomani menyampaikan terima kasih atas penjelasan yang telah disampaikan. “Dengan penjelasan ini kita sudah bisa menentukan indikator mana yang harus diraih. Tinggal nanti menyusun regulasi-regulasi untuk pencapaian itu” katanya.

  • Bagikan