Unila akan Beri Gelar HC untuk Prof Margareth dan Buat Film “Radin Inten II”

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Universitas Lampung (Unila) akan memberikan penghargaan Doktor Honoris Causa (HC) kepada Profesor Margareth atas jasanya kepada seni budaya Lampung, terutama alat musik tradisi Lampung, gamolan pekhing.

“Nanti kami akan memberikan penghargaan Doktor Honoris Causa kepada Prof. Margareth yang selama 40 tahun lebih memperhatikan seni budaya Lampung. Hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya, karena itu sangat pantas Prof. Margareth menerima penghargaan itu,” kata Rektor Unila Prof. Karomani kepada awak media usai acara kaleidoskop masa kepemimpinannya tahun 2020 di Rektorat Unila, Rabu, 9 Januari 2021.

This is the code for your widget. Copy and paste it into your website. New widgets may take up to 30 minutes before they start displaying properly.

Selain itu, Karomani juga menjelaskan Unila sudah membuka Program Studi (Prodi) Bahasa Lampung untuk tingkat strata satu.

“Prodi Bahasa Lampung itu sudah lama tidak terwujud. Kita punya S2 mandatori dulu tetapi S1-nya tidak ada, kan aneh. Kita perjuangkan cukup lama hampir 14 tahun baru terwujud saat ini,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan Unila sudah membuka pusat studi budaya Lampung dan dia berencana akan membangun rumah adat Lampung di kampus Unila.

“Karena kita ini hidup di Lampung, Unila ini berada di Lampung ada pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jadi budaya Lampung harus kita angkat, itu sudah saya wujudkan. Rencananya tahun ini saya akan membangun rumah adat Lampung di dalam kampus ini sebagai ikonnya,” kata dia.

Untuk mengekspos budaya Lampung Karomani berencana akan membuat film layar lebar tentang pahlawan nasional asal Lampung Raden Intan II agar generasi muda memahami sejarah perjuangannya.

“Saya tahun ini menggagas pembuatan film layar lebar Radin Inten II, agar kita semua tahu kita punya pahlawan yang meninggal usia muda tapi punya integritas melawan penjajah Belanda, ini harus kita ekspose supaya anak keturunan kita tahu,” jelasnya.

“Untuk mewujudkan film tersebut kita akan kerjasama dengan Provinsi Lampung dan Banten jika mungkin kita ikutkan di festival film di Prancis. Itu mimpi saya,” tandasnya.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan