RSUD Dr. Soetomo Bantah Pasien Covid-19 Bercampur dengan Pasien Non-Covid-19

  • Bagikan
Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Foto: Istimewa

TERASLAMPUNG.COM — Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Soetomo Surabaya membenarkan kabar yang menyebutkan bahwa ruang IGD dan ruang isolasi pasien Covid-19 rumah sakit pelat merah itu penuh atau overkasitas. Namun, pihak RSUD dr. Soetomo membantah bahwa di instalasi gawat darurat (IGD) terjadi penumpukan pasien dan  bercampur antara pasien Covid-19 dengan pasien non-Covid-19.

“Dari kemarin memang penuh. Kondisinya memang saat ini sedang banyak sekali pasien Covid-19,” kata Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Humas RSUD Dr. Soetomo dr Pesta Parulian Maurid Edwar, Minggu (3/12/2020).

This is the code for your widget. Copy and paste it into your website. New widgets may take up to 30 minutes before they start displaying properly.

Perta Parulian mengaku  saat ini tempat tidur isolasi RSUD Dr. Soetomo sedang penuh. Pasien Covid-19 membludak tiap harinya hingga membuat IGD infeksi juga penuh.

Karena tempat tidur di ruang isolasi saat ini penuh, maka pasien yang seharusnya dipindahkan dari IGD ke ruang isolasi pun harus mengantre.

Meskipun overkapasitas, Pesta Parulian menjamin pelayanan IGD tetap buka.

“Kami masih sanggup menerima pasien dan akan berusaha sekuat tenaga melayani para pasien yang datang. Kalau ada yang harus ke ruang isolasi maka akan kita carikan ke tempat-tempat lain,” kata dia.

“Informasi yang menyebutkan bahwa IGD tercampur (antara pasien Covid-19 dan non-Covid-19) itu tidak benar. Memang untuk memastikan harus dilakukan tes dulu. Misalnya tes cepat antigen (bagi pasien terindikasi Covid-19 atau tidak) saja butuh waktu 30-45 menit,” katanya.

Pesta Parulian memastikan protokol kesehatan di rumah sakit tersebut dijalanlan sscara ketat. Misalnya, perawat maupun dokter yang melakukan pemeriksaan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Kondisi Covid-19 di Jatim khususnya di Surabaya sempat membaik, tetapi kini kasusnya kembali naik. Maka, mari taati protokol kesehatan,” katanya.

Dewira/terasjatim.id

  • Bagikan