Ini Alasan ‘Alumni Unila Bersatu’ Menolak KKN Unila 2021

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM, Bandarlampung — Alumni Unila Bersatu, sebuah grup alumni Universitas Lampung, mendesak Rektor Unila untuk membatalkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Unila tahun 2021. Alasannya, sampai saat ini pandemi Covid-19 di Lampung belum reda bahkan penambahan kasusnya per harinya terus meningkat.

BACA: Pandemi Covid-19 Belum Reda, Unila Tetap Berangkatkan Mahasiswa KKN

This is the code for your widget. Copy and paste it into your website. New widgets may take up to 30 minutes before they start displaying properly.

Desakan tersebut disampaikan Alumni Unila menyusul keputusan Unila yang tetap akan menyelenggarakan KKN bagi ratusan mahasiswa meskipun sebelumnya sudah ada imbauan dari Dinas Kesehatan Lampung untuk membatalkan rencana itu. Sama seperti Alumni Unila Bersatu, Kadis Kesehatan Lampung Reihana menilai KKN Unila layak ditunda karena kondisi Covid-19 di Lampung masih gawat.

“Program KKN yang berlangsung selama 40-50 hari ini dapat mengganggu program penanganan pandemi Covid-19 dari pemerintah pusat dan daerah,” kata Edy Karizal, Koordinator Alumni Unila Bersatu, dalam rilisnya, Jumat (22/1/2021).

Program KKN Unila i akan berjalan mulai 26 Januari 2021. Sebanyak 4.320 mahasiswa akan mengikuti program KKN Unila secara tatap muka di delapan daerah. Program massal itu akan dilangsungkan di Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, Lampung Timur, Lampung Barat, Pesawaran, Tanggamus dan satu di luar Lampung yaitu Banten.

“Sebaran begitu banyak orang, ke banyak wilayah di Lampung dan Banten dapat meningkatkan potensi penyebaran wabah secara serius,” kata aktivis lingkungan itu.

Selain itu, kata Edy, empat jenis KKN yang akan dijalankan, yaitu Merdeka Belajar, Reguler, Bersama, dan Bilateral juga diwarnai dengan proses tatap muka yang riskan dengan penularan virus.

“Jangan sampai terbentuk cluster KKN Unila,” kata dia.

Meskipun para peserta KKN tersebut menjalani rapid test antigen sebagai dasar keikutsertaan mahasiswa, kata Edy Karizal, tidak menjamin mereka bebas Covid-19.

“Apalagi rapid testu hanya dilakukan sekali di awal program. Bagaimana memantau kesehatan mahasiswa dan warga selama program berjalan? Itu tidak jelas. Sementara fasilitas kesehatan di daerah pelaksanaan KKN juga terbatas,” katanya.

Edy Karizal meminta Unila tidak hanya menunda KKN 2021 tapi membatalkannya dan mengganti dengan mata kuliah lain yang lebih aman.

“Kami mendesak Rektor Unila berkomunikasi dengan kementrian untuk membahas hal itu. Kampus lain saja bisa, kenapa Unila tidak bisa?” ujarnya.

 

  • Bagikan