Beranda Pilkada Bandarlampung Difitnah dengan Beredarnya Foto ‘Bantuan Beras Pemkot’, Ini Kata Eva Dwiana

Difitnah dengan Beredarnya Foto ‘Bantuan Beras Pemkot’, Ini Kata Eva Dwiana

25
0
BERBAGI

BERITAPILKADA.COM —  Bersamaan dengan maraknya kabar politik uang dalam Pilkada Bandarlampung yang videonya viral di media sosial, beberapa hari terakhir juga beredar foto bergambar sumbangan beras dalam kemasan plastik bertuliskan “Bantuan Pemerintah Kota Bandarlampung” dan “Coblos Nomor 3”. Di kemasan plastik warna bening bertuliskan huruf warna merah itu juga ada tulisan “Walikota Drs. H. Herman HN, MM”.

Terkait beredarnya foto di grup-grup WhatsApp itu, staf ahli Walikota Bandarlampung, Rakhmat Husein, menegaskan bahwa itu bukan sekadar kampanye hitam tetapi kampanye busuk alias fitnah keji.

“Salah satu cara menjatuhkan lawan politik dalam pilkada adalah politik fitnah. Dan ini sedang terjadi. Paslon nomor 3 difitnah membagikan masker beserta beras. Seolah-olah beras itu bantuan dari Pemkot Bandarlampung untuk mendukung paslon nomor 3. Anehnya,  kejadian ini tidak masif hanya terjadi di satu daerah tertentu,” kata Husein, Jumat (16/10/2020).

Husein mengatakan, salah satu keanggalan adalah foto kantong plasti berisi beras tersebut tertulis “Bantuan Pemerintah Kota Bandarlampung”. Padahal, kata Husein, Pemkot Bandarlampung program bantuan beras untuk warga terdampak Covid-19 dari Pemkot Bandarlampung  terakhir pada awal bulan September 2020

“Program bantuan itu tidak di lanjutkan karena khawatir terjadi firnah ketika kampanye sudah berjalan. Sedangkan  masker merah yang beredar itu adalh produk masker awal yang dibuat pasca penetapan nomor. Yaitu yaitu di akhir bulan September 2020. Jadi kesimpulannya ini sengaja di setting sebagai bagian dari kampanye fitnah untuk menutupi kebusukan orang lain,” tegas Husein.

Calon Walikota Bandarlampung nomor urut 3, Eva Dwiana, mengaku tidak gentar dan tidak khawatir menghadapi model kampanye seperti ini.

“Kami tetap konsisten menjalankan agenda kampanye sesuai aturan PKPU dan protokol Covid 19. Paslon nomor  3 sudah berjanji dan berkomitmen tidak akan melakukan kegiatan kampanye politik uang dan sembako. Selama ini paslon 3 justru selalu mengajak semua warga bersama-sama melawan politik hitam dan politik uang,” katanya.

Eva mengajak seluruh masyarakat Bandarlampung tetap menjaga situasi kondusif selama Pilkada Bandarlampung pada masa pandemi. Selain tetap menaati protokol kesehatan, Eva mengajak semua pihak untuk berkampanye secara cerdas.

“Masyarakat Bandarlampung itu cerdas, tidak akan mudah terpengaruh kampanye hitam atau kampanye busuk,” katanya.